Olá! Seja bem-vindo ao meu blog!

Aqui você dá as boas vindas aos seus leitores, fala sobre você e seu blog, contato:

E aqui você deixa os links de suas redes sociais, com ícones de sua preferência:

Menu

Faça um tour pelo blog ;3

Bayangan Masa Lalu




Malam itu aku duduk termenung lagi dekat meja belajarku dan kuraih satu buku yang membuatku tertarik, kubuka satu persatu lembar buku yang berjudul “cinta tak pernah lelah menanti”.
judul buku ini mengigatkan kenangan indahku bersama kak danu tanpa terasa air mataku menetes ketika mengenang kepergian kak danu. Masih teringat jelas saat kak danu memberikan Buku itu padaku karena sebelum pergi keaustralia untuk melanjutkan sekolahnya dia memberikan buku ini, katanya “bila kamu lagi kesepian percayalah bahwa akukan selalu bersamamu dan aku takkan pernah lelah menantimu walau laut yang memisahkan kita”. Kata-kata itu selalu terngiang ditelingaku, tapi apa yang terjadi saat aku mendengar kabar berita kecelakaan ditelefisi bahwa pesawat SHUKOI jurusan autralia yang ditumpangi kak danu menabrak sebuah gunung besar yang ada di wilayah Bogor, jawa barat. kejadian itu sudah satu bulan berlalu tapi kenangan bersama kak danu itu begitu sukar aku hilangkan. hampir satu jam aku termenung dan melamun memikirkan kak danu tiba-tiba suara mama dari luar kamarku menyadarkanku.
“belum tidur, nak?”
“belum, ma. Bentar lagi. Tari lagi belajar”. Jawabku berbohong.
“ya, udah. Cepat tidur ya. Nanti besok kamu terlambat kalau tidurnya telat”.
“ya, ma”.
***
Ke esokan harinya aku bersama ani jalan bersama kesekolah tiba-tiba sebuah klakson mengaget kan kami berdua, kami pun berhenti sejenak dan membalikan badan hampir bersamaan. Aku melihat randy pacar ani tersenyum manis.
“hay, gadis-gadis cantik”. Sapa randy akrab sembari menunjukan senyum termanisnya.
“hay, beib”. Sapa ani sembari mendekat pada kekasihnya.
“pergi bareng yuuk..!” ajak randy pada kekasinya.
“nggak, usah. Tari kamu simpan dimana nanti?” tanya ani.
“tenang aja aku punya satu teman cowok, bentar lagi datang. Tunggu aja.” Kata randy
“tu dia muncul “ ujar randy lagi sembari menunjuk seorang cowok yang  mengendarai motor Rs king dan memakai baju seragam yang sama dengan kami.
“sorry, aku telat dikit soalnya tadi aku lagi terlibat macet”. Ujar cowok tampan itu pada sahabatnya rendy.
“ya, nggak apa-apa. Satria kenalin ini pacar aku”
 “ani”
“satria”
“dan yang ini sahabat pacar aku namanya tari”
Satria mengulurkan tanganya padaku dan aku pun menyambutinya agak kikuk.
“satria.” Tersenyum manis
“tari.”aku pun membalas senyuman satria dan sekilas wajah cowok itu mirip dengan kak danu bedanya danu ngak punya tahi lalat dibawah bibir seperti satria. Cukup lama juga adegan salaman dan saling tatap aku dengan satria berlangsung . hingga akhirnya randy menegur kami berdua, “hay, kalian mau salaman dan saling tatapan sampai kapan, ha?” singgung randy pada kami berdua. Kami berdua pun segera menarik tangan kami masing-masing.
“yuk, cepetan dong uda mau bel nich”. Desak ani.
Ani pun membonjeng di belakang kekasihnya rendy. Sementara aku membonjeng dibelakang satria. Wangi parfum satria mirip dengan parfum yang dipakai kak danu tanpa sadar akupun menyandarkan kepalaku ketubuh satria. Karena kebiasaan aku bersama satria bersandar dibelakangnya kalau lagi naik motor bersama. Tanpa sadar kami sudah sampai disekolah, hingga suara satria menyadarkanku.
“ tar, turun”. Ujar satria menggoyangkan bahunya untuk menyadarkanku.
“uda sampe.” ujarku spontan mengangkat kepalaku sembari turun dari motor. Aku begitu terkejut ketika banyak wanita yang melihat aku dengan tatapan sinis, aku begitu merasa malu dan lari pergi menjauh tanpa sempat mengatakan ucapan trimakasih ku pada satria menujuh kelasku. Sesampainya dikelas begitu banyak temen cewek yang melihatku dengan tatapan aneh. Membuatku jadi tidak merasa enak berada dikelas dan tidak seperti biasa mereka bersikap dingin padaku. Akupun bertanya kepada ani sahabatku”ani kenapa cewek-cewek disekolah ini kalau liatin aku kayak kucing liat mangsanya?” tanyaku penasaran sembari sedikit berbisik.
“mereka Iri kali.” Jawab ani santai sembari menyiapkan buku diatas meja. “iri kenapa?” tanyaku penasaran ingin tahu.
Tapi sebelum ani menjawab pertanyaanku pak agus guru IPA masuk kekelas.
“selamat pagi, anak-anak” sapa pak agus ramah
“pagi, pak” jwab semua siswa dikelasku serentak.
***
Pelajaranpun berlalu begitu cepat dan waktu istrahatpun berbunyi.” Yuuk kita kekantin” ajak ani.
akupun segera menahan tangan ani “tunggu, an. Loe tadi belum jawab pertanyaan gue”.
“duh, tar. Gue laper entar sampe dikantin gue critain.”.
“ok, yuk.” Aku pun menurut ikut kekantin. Setiba dikantin aku dan ani memesan bakso dan setela kami mendapatkan bakso kemudian aku dan ani duduk dibagian pojok kantin. “loe harus jawab pertanyaan gue yang sempat tertunda tadi?”
“pertanyaan yang mana?” tanya ani sembari melahap bakso tenes dihadapannya.
“aku tadi tanya kenapa temen-temen ekspresinya pada lain sama gue”.
“karena mereka mungkin heran karena loe dapat dibonceng sama satria siswa  baru dan cool disekolah kita”.
“ahh.. menurutku satria orangnya biasa aja. Ngak sebanding dengan randy diakan udah ganteng plus ortunya tajir pula.”
“iya, tapi randy sudah menjadi milik gue dan coba loe perhatiin baik-baik wajah satria dia itu begitu manis kalu lagi tersenyum”.
Aku mangut-mangut mengerti dan memang aku mengakui kalau satria tersenyum memang sangat manis.
 Tiba-tiba datang satria “gue boleh gabung ama kalian nggak?” satria meminta izin pada aku dan ani.
“ya, boleh duduk aja”. Kataku sembari menyedot just alpukat dihadapanku.
“mana randy, sat?” tanya ani.
“oh, ia. Randy tadi diruang olaraga, katanya kamu harus bawakan dia minuman dingin dan katanya juga kamu harus cepat kesana”
“ow, kalau gitu gue tinggalin kalian berdua ya. Gue mau beliin randy ES teh, nnti kita ketemu di kelas aja ya, tar”. Ujar ani sembari menyedot sisa pop icenya dan berlalu pergi tanpa sempat aku menjegatnya pergi. Suasana di tempat duduk itu begitu hening tak ada kata-kata yang terucap satu pun  dariku ataupun satria, suasana yang begitu dingin ini membuatku jadi smakin mati gaya dihadapan cowok keren ini. Sambil menikmati bakso , aku sesekali memperhatikan cara makan stria yang begitu sama persis seperti kak danu kekasih yang sangat aku sayangi yang tak suka makan bakso pake mie hanya pentolannya saja dimakan dan lagi-lagi aku berpikirn satria itu adalah danu, tanpa sadar aku senyum-senyum melihat satria melahap makananya dengan sangat nikmatnya.
“kenapa kamu senyum-senyum sendiri, apa ada yang lucu sama diri aku”. Tanya satria yang tiba-tiba membuatku tersadar akan dirinya bukan kak danu tapi satria. “maaf” ujarku spontan karena begitu salah tingkah dan malu akupun berlari meninggalkan satria begitu saja.
Setelah aku merasa begitu jauh sama satria akupun seakan bisa bernafas lega, akupun menuju kekelasku untuk menunggu pelajaran terakhir dimulai.
***
Malamnya seperti biasanya sebelum tidur aku merebahkan tubuku dikasur sendirian dikamar sambil memandangi kak banu. Begitu indah terasa saat pertama dahu mencium keningnku. Serasa bagaikan waktu berhenti sejenak dan aku bisa merasakan kehangat yang diberikannya padaku.“ya tuhan kenapa begitu cepat kau memanggil danu, aku tak bisa melupakannya begitu saja, kenangan indah bersamanya begitu melekat diingatanku.” Tiba-tiba air mataku mengalir begitu deras.
Keesokan harinya karena tadi malam aku meningis paginya mataku agak bengkak, sehinnga hari ini aku tak bisa kesekolah dan sorenya Tiba-tiba ani datang menjengukku dan mengetuk pintu kamarku”siapa?” tanyaku penasaran
“aku ani, Tar. Boleh aku masuk?” tanya ani meminta izin.
“ya, masuk aja. Ngak dikunci” ani melangkah menghampiriku berada.
“kenpa dengan mata loe?” tanya ani terkejut setelah melihatku yang kelihatan angak bengkak “ngak, kenapa-kenapa. Tadi malam mata gue digigit senyum” kataku berbohong.
“udah de tari. kamu ngak perlu bohon. Gue tahu loe pasti nagisin kak danu lagi kan?.” Tanya ani meyakinkan ucapannya. Aku hanya bisa diam menunduk, sesaat air mata ku jatuh tak tertahan mengigat kembali jasat kak danu. Ani pun segera memelukku, untuk menenangkanku.”apa yang harus gue lakuin, ani? Apa..?!”
“kalau gue diposisi loe, mungkin gue juga akan melakukan hal yang sama kayak loe. Tapi, Loe harus ingat, pasti disana kak danu lagi sedih juga melihat loe yang tangisin kepergiannya kayak gini. Jadi loe harus tetap semangat dan jangan putus asa, untuk menghadapi semua ini.” Kata ani menghiburku
“gimna aku bisa tergar dan segera melupakannya.”
“mungkin kalau untuk melupakan org yang kita sayangi memang sulit, tapi aku saranin kamu untuk melupakannya, dan kamu harus membuka hati sama orang lain. Contohnya kamu membuka hati sama satria, dan kata randy dia naksir kamu loh”. Ujar ani sembari melepaskan pelukannya.
“tapi aku nggak yakin aku bisa dan satria yang malah bikin aku ingat lagi sama danu, setiap cara makan dan parfum yang dipakainya sama persis sperti kak danu.”
“meskipun sama tapikan orangnya berbeda dia satria dan kak danu sudah meninggal, dan mungkin karena sampai sekarang kamu blum mengiklaskan kepergian kak danu, makanya kamu selalu terbayang dan berfikiran bahwa satria itu danu.” Aku hanya diam saja, dan mempertimbangkan saran ani. Mungkin betul juga kata ani.
“tari, besok gue mau jalan-jalan sama randy dan satria, loe mau ikut nggak?” aku terdiam sejenak dan mempetimbangkan tawaran ani. Cukup lama juga aku terdiam.
“baiklah, gue ikut siapa tahu pikiran gue jadi jernih,  setelah habis jalan-jalan”.
***
Keesokan harinya ani, dengan waktu yang sudah di tetapkan ani, randy dan satria menjemputku dan seperti biasa aku dibonceng sama satria. Dan beberapa menit kemudian kami pun  sudah berada didepan pantai panjang yang cukup tekenal dengan pemandangannya yang indah, cocok buat dua sejoli yang lagi kasmaran. “satria, tari. gue dan ani ke bagian sana ya, tapi kalian jangan ikut ya. Soalnya aku mau berduaan aja sama yayang gue,ok.” Ujar randy setelah turun dari motornya dan berlalu meninggalkan aku bersama satria. Aku binggung harus apa disini sejenak kami terdiam bersama, dan aku berfikir ani dan randy jug akan main bersama tap nya tanya mala aku ditinggal bersama satria, dan aku berfikir seakan-akan randy sengaja meninggalkan aku bersama satria.” Tari?” tegur satria
“ya”
“kita kesana aja yuk” ajak satria
“ok”
Aku dan satria pergi kesebuah toko eskrim. Yang ada didaerah itu
“ada yang rasa vanilla bang?” tanya satria dan aku hampir bersamaan.
“wah, sepasang kekasih yang kompak, ya. Sebentar aku ambilkan ya” Ujar pemilik toko itu. Aku dan satria saling pandang karena dibilang sepasang kekasih kemudian kami pun kembali mengarahkan pandangan pada pemilik toko yang datang membawa es krim rasa vanilla. “ini buat mbak yang cantik, dan yang ini buat mas, yang ganteng” ujar pemilik toko menyerahkan eskrim itu pad kami berdua, terimakasih pak.
Kami pun pun pergi menyusuri setiap tepi pantai sambil menikmati eskrim dan tersenyum menatap luasnya laut yang terbentang luas, tiba-tiba satria menghentikan langkahnya.“tari tungguh sebentar?”
“kenapa,sat?” tanyaku heran dan mengarahkan pandanganku pada satria. “sebentar,tar.” Kemudian satrian membersihkan eskrim yang ada dipinggir bibirku dengan lembut “nih ada sisa eskrim diwajahmu.” Ujar satria tersenyum sembari menunjukan padaku. Aku hanya diam tersipu malu dihadapn cowok tampan itu. Aku begitu merasa satria orang yang baik dan perhatian, apa salahnya membuka hatiku pada nya. “satria?”
“ya”
“ada eskrim juga dibagian mukamu”.
“dimana, tari. disini? Atau disni ?” tanya satria sembari memegang bagian wajahnya
“bukan disitu, sat. Tapi disni”. Ujarku membari mencolek eskrimku dan menyekanya diwajah satria.
“hahahaha... satu koasng. Kejar aku kalau bisa” Tawaku sembari berlari menjauh dari satria.
“awas ya. Kalau dapat.” Kata satria gemas dengan tingkahku.
Hari itu begitu menyenangkan buatku dan satria bisa ketawa dan bercanda bersama layaknya seorang kekasih. Disaat itu pula satria mengungkapkan isi hatinya pada ku.” Tari, aku mungkin tidak bisa mencintaimu seperti dandu yang selalu romantis, tapi aku akan berusaha menyintaimu dengan caraku sendri dan setulus jiwa dan ragaku, tari. maukah kau jadipacarku”.
“aku bersedia jadi pacarmu, sat.” Maaf selama ini aku menganggapmu danu
***
Malam ini aku berniat, semua benda dan kenangan bersama danu akan kubakar meskipun berat rasanya tapi mungkin dengan cara ini agar aku bisa mengiklaskannya. Setelah kukumpulkan semua benda kenangan bersama danu akupun keluar rumah dan meletakan semua benda kenangan itu ketanah kemudian aku membakarnya satu persatu.
“maafkan aku danu , mungkin dengan cara ini aku bisa melupakan dan mengiklaskan kepergianmu, selamat tinggal cinta pertamaku semoga kau bahagia dialam sana, semoga kengan ini lenyap bagaikan debu yang disapu angin” ucapku  dalam hati.

...SELESAI...

No comments:

Post a Comment

CORETAN DAIRY OPHIEee.. Copyright 2013. Editado por: Roberta. Créditos dos recursos utilizados em: Reino Kawaii.
up