Olá! Seja bem-vindo ao meu blog!

Aqui você dá as boas vindas aos seus leitores, fala sobre você e seu blog, contato:

E aqui você deixa os links de suas redes sociais, com ícones de sua preferência:

Menu

Faça um tour pelo blog ;3

CLBK



Pagi yang amat cerah. Bola raksasa memancarkan cahayanya yang hangat. Embun pagi yang dingin sudah tak terasa lagi.  Pagi itu mia sudah mulai bekerja di perusahaan yang baru menerimanya. Ia berpakaian rapi dan wajahnya amat Cerah. Layaknya seorang sekretaris, ia benar-benar berpenampilan menarik. Apalagi wajahnya yang cantik itu, membuat semua karyawan yang lain kagum memandangi kecantikan mia.
          Saat itu semua karyawan sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Tiba-tiba pak amir selaku bagian  personalia memberitahuakan pada semua karyawan bahwa direktur baru mereka sudah tiba dibandara.
“saya baru saja menerima telepon  dari beliau. Sekarang beliau sedang menuju kemari. Saya harapkan kita semua dapat menerimanya.” Ujar pak amir pada semua karyawan.
          Setelah beberapa menit kemudian, sebuah mobil mersedes memasuki halaman gedung. Semua karyawan perusahaan, termasuk mia, sudah menunggu diteras bawah. Kemudian seorang lelaki keluar dari dalam mobil tersebut. Lelaki itu berkemeja lengan panjang putih dengan setelan jas warna biru dan dasi motif kembang biru, yang serasih dengan warna jas yang dikenakan. Wajah direktur baru itu sangat tampan membuat semua karyawan, khususnya yang masih gadis, berdecak kagum dan terpesona melihatnya. Lain halnya dengan mia , ia bukan Cuma berdecak kagum saja tetapi juga terkejut bukan kepalang. Mia menggenal betul lelaki tampan yang menjadi direktur barunya itu.
           Dia adalah farid saputra, bekas kekasih yang amat dicintainya dulu saat dia masih duduk dibanggku kelas tiga SMA. Mia tidak hampir percaya dengan apa yang dilihatnya ini. Mia benar-benar terpukau hingga dadanya bergejolak tak tentu.
          Begitu juga wajah farid ketika melihat mia, lelaki itu pun terpukau beberapa saat. Kemudian ia tersenyum sambil melangkah mendekati mia.
“mia, ternyata kita ketemu lagi. Aku tak menyangkah kalau prtemuan kita akan terjadi disini,” ujar arif sambil menjabat tangan mia.
          Cukup lama farid. Menggenggam tangan mia. Sehingga karyawan yang berdiri didekat mereka dibuat benggong menyaksikan pertemuan mia dan direktur baru mereka itu,  yang begitu akrab.
          “aku juga demikian. Sama sekali tak menduga kalau bapak direktur kami yang baru itu kamu,” sahut mia tersenyum manis.
          Farid tertawa.” Aku jadi pangling kau panggil bapak direktur, mia,” ujar farid
Mia tertawa kecil.” Habis bapak adalah pimpinan kami,” kata mia lagi.
          Lalu Direktur baru itu mengajak semua karyawannya kembali keruangan masing-masing.
Sejak saat itu mia slalu merasa resah. pikirannya kembali terbayang masa lalunya bersama farid dan mia betul-betul tidak menduga akan bertemu kembali dengan orang yang dulu pernah mengisi hatinya.
          Sepulang kerja mia kembali membayangkan pertemuannya yang tak terduga itu. Ia kemudian mengambil foto farid yang ada dirak bukunya, di pandanginya foto itu lama-lama. Mia mebandingkan penampilannya yang dulu dengan yang sekarang. Tidak terlalu banyak yang berubah, pikir mia.
“mia kenapa kok ngelamun sih?” tegur mama tiba-tiba dari pintu kamar.
          Mia mengangkat wajah. Lalu mentap mamanya dengan wajah tak bergairah. Hingga membuat mamanya menjadi heran dengan tingkah mia.
“ada apa, nak? Kok sepertinya ngak bergairah gitu?” tanya mama lagi sembari mendekati anak semata wayangnya itu.
“sulit, ma,” sahut mia dengan pandangan redup.
“apanya yang sulit? Apa kamu ada masalah?,” tanya mama tidak paham dengan ucapan anaknya.
“ternyata direktur mia  yang baru itu ternyata farid, ma,” sahut mia terus terang.
“farid yang mana? “ tanya mama belum paham dengan yang diucapkan mia.
          “farid yang dulu sering datang kemari. Farid yang telah pergi selama lima tahun meninggalkan kota ini. “ kata mia lagi.
“oo. Itu masalahnya. Hanya begitu kok dipikirin. Jangan-jangan kamu masih suka lagi sama nak farid?” terka mama sambil tersenyum.
“apaan sih ma, jangan mulai lagi deh.” Ujar mia pura-pura cemberut.
“Mama tahu kok sayang, sebenarnya kamu masih cinta sama farid, dan alasan kamu menolak rio karena kamu masih menunggu faridkan,” kata mama.
“trus apa yang harus mia lakukan, ma? Mia jadi tidak kosentrasi kerja kalau direkturnya farid,” ujar mia cemberut.
          “ kalau gitu anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa antara kamu dan farid. Beres kan.”
“bagaimana mia bisa anggap begitu. Kalau mia liat dia semua kenangan mia dan farid akan terbayang lagi.”
          “kalau begitu, mia lakukan pekerjaan seperti mana mestinya.bahkan mungkin suatu yang terbaik akan mia jumpai.”ucap mama. Mia hanya mengangguk mengerti.
***
Siang yang cukup cerah itu, tiba-tiba farid keluar dari ruangannya dan melangkah mendekati mia. “ mia, kita keluar dulu, yuk. Kamu tak keberatankan aku menemaniku menikmati kota yang sudah lama ku tinggalkan ini?” ajak farid.
“keluar kemana, pak?” tanya mia kaku. Saat berusaha bersikap wajar.
 Arif tertawa. “ kalau merasa kaku tidak usah panggil, ‘pak’, nggak apa-apa kok,” ujar farid tersenyum. Sedangkan mia hanya tersipu malu.
          “kita kepantai kamali, mit. Pasti menyenangkan siang begini kesana,” kata farid. Mita mengangguk lembut. Beberapa saat kemudian mia dan farid meluncur dengan menaiki mobil farid menuju pantai kamali. Diperjalanan mia hanya diam. Ia merasa sangat kikuuk berada disisi direktur yang sekaligus bekas pacarnya itu.
          “mit, aku mengira kamu sudah menikah setelah lima tahun kita berpisah,” ujar farid mencairkan suasana.
“nikah sih mau. Cuma pasangannya yang tidak ada!” ujar mia setengah menyindir.
“hahaha... kau masih sama seperti dulu, mia. Cukup tajam kalau menyindir” ujar farid.
Mia tersenyum sekilas dan mengarahkan pandangannya lagi kedepan.
“kau masih cantik seperti dulu,” ujar farid setelah beberapa saat mereka  terdiam.
“aku ngak nyangka, far. Kau masih seperti dulu. Suka gombal,” kata mia.
“hahaha... lelaki memang suka gombal dan cewek suka kok digombali,” ujar farid sambil melirik dan tersenyum pada mia.
“bisa saja kamu,” sahut mia menatap farid.matanya setenga melotot. Farid hanya tersenyum melihat mia melotot padanya.
          Kemudian mereka pun sampai disebuah rumah makan mungil dekat pantai kamali. “kita makan siang disini ya, mia?” tawar farid. Mia mengangguk.
Mereka pun duduk dipinggir tembok yang berjendela lebar. Kemudian farid memesan makanan pada pelayan yang mendatangi meja mereka. Sesaat farid memandangi mia dengan tatapan lembut. Sementara mia merasa malu, akhirnya dia berpura-pura memalingkan wajahnya kejendela. Lalu menatap ombak yang memecah dipantai. Sesaat kemudian pelayan itu kembali lagi dengan membawakan makan siang untuk mereka.
“Kita makan dulu. Nanti makanannya keburu dingin,” ajak farid sambil merai sendok dihahadapnnya. Mia pun mengambil piring nasinya. Mereka berdua menikmati makanan dengan santainya di siang itu . setelah itu mereka berjalan sepanjang pantai, menuju mobil farid yang terparkir dijalan. Mereka pun masuk kemobil sesaat mereka berdua sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.
“mia, sebenarnya aku mennyesal telah meninggalkan beberapa tahun lalu” ujar farid mencairkan suasana. Mia hanya terdiam
“aku minta maaf, mia. Waktu itu aku pergi meninggalkanmu tanpa pamit padamu. Karena aku tak sanggup harus melihatmu saat kita berpisah. Dan ku yakin dalam hatiku jika kita ditakdirkan bersama pasti kita akan dipertemukan kembali,” kata farid tersenyum
“memang pertemuan kita ini diluar kekuasaan kita” sahut mia
“makanya kita harus mengambil hikmah dari pertemuan kita ini, mia” ucap farid memandang wajah mia. “aku ingin hubungan kita yang dulu dapat disambung kmbali,”bisik farid serius.
Hati mia berdebar-debar mendengar ungkapan arif. Mia menatap wajah farid dengan tajam.
“jangan, far. Aku tidak berharap itu terjadi,” kata mia tegas.
“kenapa kamu menolak, mia? Apa kamu sudah mempunyai laki-laki yang kamu sukai?” tanya farid dengan tatapan penuh selidik. Mia hanya terdiam.
“kenapa kamu menolak mia? Tanya farid lagi.
“kau akan menyesal” desah mia.
          “tidak mia. Kenapa harus menyesal terhadap gadis pilihanku sendiri? Kaukan masih seperti dulu.”
 “Aku sudah banyak berubah selama kau tinggalkan. Kau sudah tidak tahu siapa diriku saat ini,”
 kata mia.
          Farid menatap mia. Sementara mia menceritakan masa lalunya yang pahit dan menyedihkan itu ditumpahkannya semua dihadapan arif. Tidak ada lagi yang tersisa. Farid menarik nafas dalam-dalam setelah mendengar cerita panjang lebar mia.
          “kau akan menyesal, far. Aku bukan cewek yang suci lagi aku sudah ternoda,” ujar mia dengan suara yang memilukan. Sesaat kemudian butiran-butiran air mata jatuh disela-sela matanya.
Seketika itu juga farid memeluk mia erat-erat. Dia bisa merasakan betapa mederitanya mia selama ini, setelah dia meninggalkan mia.
“sama sekali aku tidak akan menyesal, mia. Aku mencintaimu mia,” ujar  farid.
          “yang aku tahu, bahwa hatimu masih bersih. Aku menyukai wanita yang berhati putih, dari pada pada seorang wanita yang dari luarnya saja yang bersih. Itu prinsipku.” Ujar farid serius. Setelah itu farid melepaskan pelukannya dan menyeka air mata yang membasahi pipi mia yang ranum itu.
“terima kasih, far. Sudah menerimaku apa adanya. Aku  sangat mencintaimu, far” ujar mia. Farid kembali memeluk mia.
“Aku juga sangat mencintaimu,mia.” Bisik farid. Kemudian didekatkan bibirnya kepipi mia, lalu dikecupnya dengan mesra. Mia hanya memejamkan matanya dan tak bisa menolak saat bibir farid mengecup bibirnya. Kehangatan dan kenikmatan yang dirasakan kedua insan yang sehati itu.
          Kemudian Mia melemaskan badannya lalu bersandar   didada bidang kekasihnya. Hati mia begitu senang dan gembira dapat bersatu lagi dengan kekasih yang sekian lama dirindukannya.
.....TAMAT.....

No comments:

Post a Comment

CORETAN DAIRY OPHIEee.. Copyright 2013. Editado por: Roberta. Créditos dos recursos utilizados em: Reino Kawaii.
up