Olá! Seja bem-vindo ao meu blog!

Aqui você dá as boas vindas aos seus leitores, fala sobre você e seu blog, contato:

E aqui você deixa os links de suas redes sociais, com ícones de sua preferência:

Menu

Faça um tour pelo blog ;3

Ketika Cinta Harus Memilih




Meski rina berusaha untuk tidak bertemu dengan andika, namun  pertemuan itu tak dapat terhindarkan. Semenjak dia tahu kalau andika adalah kakanya andri, dan tahu kalau andika akan berada dirumah sakit menjaga andri kalau siang hari, rina pun memilih menjenguk andri pada sore hari. Dengan begitu dia tidak dapat bertemu dengan andika.
Sore itu, ketika rina datang untuk menjenguk andri kerumah sakit, dia yang menyangka andika sedang kepelatihan beladiri, harus dibuat terkejut. Sebab ternyata andika masih berada diruang perawatan, dimana andri berada. Rina sebenarnya hendak mengurungkan niatnya masuk kedalam  ruang perawatan  itu, namun ternyata andri sudah meliatnya dan bahkan memanggilnya.
“rina...!” seru andri dengan wajah menggambarkan kekembiraan.
                Andika pun menengok kearah pintu ruangan perawatan itu, dan dia pun tertegun begitu meliat cewek yang selama ini dirindukannya.
                “Hay...?” sapa rina sembari  tersenyum, berusaha untuk membuang kejengahan dihatinya.
“Hay jug,” balas andri ikut tersenyum.” Mas ini yang namanya rina. Dan rina ini adalah mas andika, kaka yang sering mama ceritain...”
                Andika mengulurkan tangannya, dan rina pun dengan agak kikuk menyambutinya.
“andika.”
“rina...”
Lalu keduanya sama-sama diam dengan pikiran masing-masing.
Melihat sikap rina dan kakaknya, andri pun jadi kian bertambah yakin dan cuiga, kalau sebenarnya antara rina dan kakanya sudah pernah bertemu. Andri yakin, rinalah cewek cantik  yang diyang diceritakan kakanya waktu itu dan cewek yang sudah membuat kakanya jatuh cinta.
“rin... mas...”
“oh.. ya?” sahut rina dan andika hampir bersamaan.”
“ Kok pada diam?”
“Oh eh, nggak.. nggak apa-apa...” sahut riana sembari menghampiri andri “ada apa?”
“bisa kah tolongin aku ,rin?”
“apa yang harus aku lakuin?”
“aku pengen sekali makan coklat. Kamu bisa kan beliin aku cokelat?”
“Bi.. bisa..”
“Mas..”
“ya, ndri?”
“tolong temani rina beli coklat.”
“nggak... nggak usah. Biar aku sendiri saja”
“nggak apa-apa. Aku pengen kamu dekat dengan mas dika. Kalian pergilah..”
“bagaimana dengan kamu?” tanya rina dengan wajah cemas. “kamu harus ada yang nemenin ndri.”
“aku bukan anak kecil lagi rin. Aku nggak perlu di temani. Dan nanti kalau aku mati , aku juga akan sendirian, kan?”
“andri ngomong apaan sih, kamu?” sentak rina.
“aku tahu kamu pengen aku bahagia, rin. Tapi aku juga tahu, aku nggak mungkin bisa bertahan sama penyakit aku yang ganas ini...”
“ndri, kamu jangan pikir yang nggak-nggak. Aku sayang kamu, ndri.” Kata rina.
“aku tahu, rin. Kamu memang baik. Nah, sekarag elo ama mas dika pergilah...”
Karena andri terus memaksa akhirnya dengan perasaan binggung rina pun menurut. Mulanya rina sendiri. tak lama kemudian, andika pun menyusul.
“kenapa kamu tinggalin andri sendri?” tegur rina.
“dia terus memaksa aku menemani kamu.”
Rina menghela nafas panjang.
“rin..”
“ya?”
“aku ingin ngomong sama kamu”
“ngomong apaan?”
“aku ingin tanya, kenapa kamu berusaha menghindar dari aku?”
“karena aku nggak mau ketemu sama kamu .”
“kenapa?”
Rina tak menjawab.
“jawablah dengan jujur . kamu suka kan sama aku?”
“ngomong apa sih kamu?!” sentak rina
“kamu suka sama aku kan?”
“nggak!”
“jangan membohongi hati kamu, rin. Dari sorot matamu ketika pertama kali bertemu, aku tahu kalau kamu suka sama aku...”
                 Rina menghentikan langkahnya. Memandang dengan lekat kewajah  andika.
“kamu itu kaka macam apa si?! Sentak arin.
“maksud kamu? Tanya andika sembari memandang lekat kewajah cantik rina dengan pandangan tak mengerti.
                “kamu tega menghancurkan harapan adik kamu sendri?”
“harapan apa?”
Rina tak langsung menjawab. Digigitnya bibir kuat-kuat,seakan berusaha menahan gejolak yang berkecamuk tak menentu dihatinya , dimana satu sisi dia sangat menyukai andri dan ingin menerima cintanya. Namun disisi lain, dia tidak tega pada andri yang sedang sakit keras karena umurnya tinggal menghitung hari.
“katakanlah, rin”
“kamu pengen tahu kenapa aku tidak ingin ketemu kamu?”
“nggak”
“karena aku nggak ingin menyakiti perasaan andri, adik kamu!”
“kenapa?”
“andri mencintai aku, dan dian meminta agar aku maw menerima cintanya. Aku pun ingin berusaha menyenangkan hatinya, karena aku tahu umurnya nggak lama lagi. Tetapi semenjak kemunculan kamu, semuanya jadi kacau...”
“kacau?”
“ya, kacau!”
“kacau kenapa?
“kehadiaran kamu telah membuat hatiku yang semula bulat, pecah menjadi dua. Satu sisi, aku ingin menyenangkan dan membahagiakan andri. Namun disisi lain aku...”
“kamu menyukaiku dan begitu pula aku menyukaimu kan?” sambung  andika.
“rina tak menyahut. Dia hanya menangis. Andika mengerti bagaimana perasaan cewek cantik itu, dan segera memeluknya.
“apa yang harus aku lakuin dika? Apa..?!”
“aku mengerti perasaan kamu, rin. Baiklah, kalau kamu saja yang orang lain bisa berkorban buat adik aku, kenapa aku yang jadi kakaknya nggak? Demi kebahagiaan adik aku, maka aku akan mengalah ..”
Desah andika. “ sudahlah, jangan menangis. Anggap saja diantara kita nggak pernah terjadi apa-apa.”
“apa itu mungkin?” tanya rina
“aku sendiri nggak yakin dengan omongan aku,rin. Tapi aku akan berusaha untuk melupakanmu...”
“caranya?”
“aku akan kembali kesurabaya. Aku nggak jadi pindah kuliah disini.”
“terus, bagaimana dengan aku?”
“aku yakin, kamu adala orang baik. Kamu pasti bisa mengatasinya.”
Mereka berdua meneruskan langkahnya untuk membeli coklat. Kemudian setelah membeli coklat mereka berdua pun kembali diruang perwatan dimana andri dirawat. Namun keduanya tertegun saat mereka meliat diruangan itu andri tampak tertidur dengan bibir tersenyum. Mulanya mereka menyangka kalau andri tertidur. Namun ketika mereka mendekati, ternyata andri sudah tiada.
“Andriiiii....! Tidaaaaaaaaaaaaakk....! “ jerit andika dan rina.
                Andri telah meninggal . namun sebelum meninggal, dia sempat menulis surat untuk rina dan kakanya. Isi surat itu berbunyi:
                Aku tahu, sebenarnya cewek yang dimaksud oleh kak dika waktu itu adalah Rina. Dan aku tahu, sesungguhnya antara mas dika dan rina ada rasa saling suka dan mencintai . jadi , kenapa aku harus sedih ? semestinya aku bahagia , karena mas dika yang selama ini enggak mau mengenal cewek, kini jatuh cinta.
                Ya, aku bahagia dan senang bila mas dika dan rina bisa bersatu. Karena itu, aku harap kiranya mas dika dan rina akan sama-sama mau mengakui perasaan cinta masing-masing.
                Selamat tinggal kakaku dan sahabat baikku tercinta, semoga kalian bahagia.
Andri

....SELESAI....


No comments:

Post a Comment

CORETAN DAIRY OPHIEee.. Copyright 2013. Editado por: Roberta. Créditos dos recursos utilizados em: Reino Kawaii.
up