Olá! Seja bem-vindo ao meu blog!

Aqui você dá as boas vindas aos seus leitores, fala sobre você e seu blog, contato:

E aqui você deixa os links de suas redes sociais, com ícones de sua preferência:

Menu

Faça um tour pelo blog ;3

Ketulusan Hati



Randy Yang Selama Ini Diam-Diam Menyukai Diana, Akhirnya Memutuskan Untuk Berkunjung Dirumah Diana. Meskipun Dia Tahu Kalau Gadis Cantik Berlesung Pipi Itu Sudah Tidak Suci Seperti  Gadis Lainnya, Hal Itu Tidak Mengurungkan Niatnya Untuk Mengutarankan Isi Hati Yang Sudah Lama Dipendamnya.Malam Itu Selepas Magrib Randy Pun Pergi Kerumah Diana.“Selamat Malam, Om.” Sapa Randy Kepada Pemilik Rumah Yang Tidak Lain Adalah Ayah Diana, Setelah Pintuh Terbuka.
“Selamat Malam, Mau Cari Siapa?”
“Diana Ada, Om?” Tanya Randy Sopan
“Teman Sekelasnya, Ya?” Kembali Ayah Dia Balik Tanya
“Benar, Om ,” Jawab Randy
“Sebentar, Saya Akan  Panggilkan, Silakan Duduk,” Senyum Lelaki Tua Itu Ramah. “ Ya, Tunggu Sebentar, Akan Bapak Panggilkan.”
“Terimah Kasih, Om...”
Selang Dua Menit Diana Pun Muncul Diruang Tamu.
“Randy...” Diana Kaget Mengetahui Siapa Yang Datang Berkunjung Untuk Mencarinya.
Randy Yang Melihat Penampilan Diana, Diam-Diam Bersyukur. Dilihatnya Gadis Ini Telah Berubah. Tidak Seperti Ketika Baru Saja Mengalami Peristiwa Yang Mengenaskan. Ditatapnya Gadis Itu Tanpa Berkedip.“Mengapa Hanya Benggong?”  Tanya Diana Kepada Randy Yang Sedang Tepaku Menatapnya.
“Ahh... Tidak Tidak...  Oh, Ya Apa Aku Mengganggumu Diana?” Tanya  Randy Ramah.
“Tidak, Kebetulan Memang Aku Sedang Tak Ada Pekerjaan Kok..?”
“Ada  Keperluan Apa Randy. Sampai Kamu Datang kerumahku?”
         “Apa Harus Ada Keperluan Kalau Aku Ingin kemari?” Canda Randy
         “Ah, bukan maksudku seperti itu...  aku...”
          Sekarang diana ganti yang tergagap, mukanya tersipu malu.
        “ sorry, bukan maksudku menggoda kok. Sebenarnya, aku memang  ingin ketemu kamu, entahlah... tiba-tiba saja keinginan ini muncul begitu saja,” dengan jujur randy memberikan alasan.
Pipi diana makin memera mendengar penjelasan randy yang dirasa terlalu terus terang.  
          “ sebentar akan kuambilkan minuman.”
Untuk menghindari kegugupannya, diana bermaksud masuk kedalam  untuk menenangkan hatinya yang  dirasa berdetak tak karuan.
Tahu diana akan masuk dengan cepat randy mengulurkan tangannya, menarik gadis itu deduk dihadapannya.
      “kalau boleh aku berterus terang, diana,” dengan sorot mata tulus randy memohon pada diana.
       “Eh, maksudmu?” diana tak mengerti akan maksud rendy yang sebenarnya.
                “Maaf, diana. Mungkin aku terlalu terus terang.”
                “katakanlah...”
Diana tak berani menatap mata randy. Sorot matanya dirasakan tajam menusuk ulu hati.
                “Aku... aku menyukaimu, eh... maksudku... aku mencintaimu,” tutur randy dengan suara tercekat ditenggorokan. Diana hanya terdiam mendengar pengakuan randi, detak jantungnya  terasa berdetak begitu cepat sekali. Didalam hati diana begitu senang dan terharu  mendengar bahwa randy juga mencintainya seperti halnya dia selama ini juga mencintai randy. Tak terasa diana terisak. Air mata pun mengembang dikelopak matanya.
                “mengapa kamu diam, diana?” tanya randy dengan lembut.
                “aku sedang memikirkan diriku randy. Kehormatanku sudah hancur. Tiba-tiba aku takut bayang-bayang masa laluku itu.”
                “ah apa  yang kau takutkan? Aku berkata yang sejujurnya.”
“aku tahu.” Jawab diana singkat.
“lantas?”
“tak perluh  lagi aku menceritakannya, kan? Kau sudah mengetahui  kejadian pemerkosaan yang terjadi padaku waktu itu. Aku takut... Aku takut... nantinya kamu meninggalkan aku.” Setengah menangis diana akan mengutarakan isi hatinya. Mengutarakan ketakutannya.
                “tidak diana, aku tak akan meninggalkanmu. Aku mencintaimu. Memang aku sudah tahu semua kejadian yang menimpamu. Aku telah siap menerimamu sebagaimana adanya. Aku tulus diana...”
“ ah.. aku bahagia mendengarnya,” kata diana diselah tangisannya.
“marilah kita keluar... tidak enak rasanya  berbicara disini. Aku takut orang tuamu mendengar pembicaraan kita.” Sambil berkata begitu. Randi bangkit berdiri dan merangkuh pundak gadis yang dicintainya ini. Diana mengikuti ajakan itu dengan rasa gembira.
“diana! Benarkah apa yang kau ucapkan tadi? Benarkah kau bahagia?” randy bertanya setelah mereka duduk diteras rumah diana.
     “ya, akupun jujur mengatakannya padamu,” ucap diana liri. Tanpa ragu-ragu, ia merbahkan kepalanya didada randy.
          “terima kasih diana, akupun bahagia mendengarnya...”
“tapi... aku masih takut, randy. Aku bukan gadis suci lagi,” desah diana sambil menggigit bibirnya.
       “ah, aku juga tak mau munafik.a ku juga bukan lelaki suci.   Aku pernah treseret juga seperti halnya dirimu. Dan setelah itu aku memutuskan untuk  tidak mau dekat lagi dengan wanita selama 2 tahun silam ini. diana berjanjilah  bahwa kamu tidak akan meninggalkanku,” pinta randy
”justru seharusnya aku yang takut kau akan meninggalkan aku, randy,” bisik diana.
        “hal, itu tak akan terjadi diana.”
Kedua muda mudi ini saling berpandangan. Tangan mereka telah terangkum jadi satu. Dimata mereka tersimpan sejuta kebahagiaan.
  Saat itulah kedua remaja itu saling mendekatkan mukanya. Muka randy tertunduk sambil membelai pipi diana yang ranum, sedangkan diana hanya bisa menikmatinya dengan hati yang tak karuan. Tanpa terasa rendi mencium lembut pipi diana.
Hati kedua remaja itu kini berbunga-bunga  dimabuk cinta ,  bulanpun ikut tersenyum, bintang malam juga tak lupa mendendangkan lagu cinta untuk mereka.
               

No comments:

Post a Comment

CORETAN DAIRY OPHIEee.. Copyright 2013. Editado por: Roberta. Créditos dos recursos utilizados em: Reino Kawaii.
up