Olá! Seja bem-vindo ao meu blog!

Aqui você dá as boas vindas aos seus leitores, fala sobre você e seu blog, contato:

E aqui você deixa os links de suas redes sociais, com ícones de sua preferência:

Menu

Faça um tour pelo blog ;3

Kehadiranmu Part II

Tiga Minggu telah berlalu...
Setelah Aku jadian Bersamanya ada sesuatu yang mengganjal di hati. Aku merasa dia sedang Menjauhiku, entahlah. Itu hanya perasaanku saja. Tapi aku sudah belajar dari pengalamanku sebelumnya waktu aku di tinggalkan Ican. Sikapnya Sudah tak Se mesra dan Romantis dulu waktu pertama Kita Baru Jadian. Tapi aku tak mau berfikit macam-macam takutnya smua itu akan jadi kenyataan..

Malam Harinya..
Sekitaran jam 11.00 PM Wita, ada yang mengetuk pintu rumahku, aku heran tak biasanya ada temanku atau kerabat yang datang bertamu Selarut ini,   Ketika ku buka pintu tak ada seorangpun namun yang terdapat hanya sebuah kotak berbungkuskan koran, saking penasarannya aku pun mengambil kotak tersebut.

“Astagfirullah halazim..!!?” Teriak Ku kaget dengan mata terbelalak melihat setumpukan Fotoku Yang berlumuran dara. Saking takkutnya aku bergegas Masuk kedalam rumah, kemudian kukunci rapat-rapat. Dengan perasaan yang masih diselimuti perasaan takut, aku menelfon adikku yang memang tinggal bersamaku namun sementara ini, lagi bermalam dirumah temannya.

 “Hallo Non.” Ucapku dengan nada suara masih bergetar.. “Hallo Kak.. ada apa selarut ini menelfon?”  ucap nona dari balik telfon.. “Besok kamu pulang aja ya,  kaka takut sendirian”.  “kalau takut, kaka telfon saja pacar kaka si chaco itu” ucap adikku. “ Gila, kamu Non, apa kata Orang nantinya, kalau aku tinggal bersama Cowok Berdua saja dirumah”. Ucapku panjang lebar “Iya juga sih, kak, Ok kalau gitu besok aku pulang, sudah dulu ya kak, aku mau lanjutin belajarnya” ucapnya untuk memutuskan percakapan kami “ Ok, assalamualaikum”. “waalaikumsalam” ucapku sambil menekan tombol bertandan telfon Warna Merah.

Malam Minggu.. 20:00 PM
Entah angin apa tiba-tiba malam itu dia datang kerumah tanpa memberi tahuku tak biasanya sebelum datang ke rumah dia pasti memberitahuku.
“Assalamualaikum” ucap sang tamu. Aku bertanya, siapa kah gerangan yang datang. Ternyata sang pujaan hatiku “Chaco”. Ia pacar  yang baru ku pacari selama tiga minggu ini. Betapa bahagianya hati ini melihanya..

“waalaikumsalam” jawabku sambil menyuruhnya masuk, kemudian aku mempersilahkan mereka masuk. Ia pun menurut dan duduk di sofa. “tunggu, cho. Aku ambilin minum dulu”.

“ndak usah repot-repot che, sebenarnya kedatanganku kesini ada sesuatu yang penting yang ingin ku bicarakan denganmu”. Ucapnya dengan raut wajah yang sedih. Aku makin bertanya-tanya sekaligus penasaran apa sebenarnya yang sedang difikirkannya saat ini, apa yang ingin dikatakannya. Aku mendekatinya kemudian mencoba mengangkat wajahnya kemudian menatap matanya dengan dalam
“ Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan, Jujur saja Aku ngak Suka Digantungin kayak gini kalau ngobrol” ucapku Penasaran sambil menyelidiki, perasaanku makin tak tenang.. terpintas Kata PUTUS diotakku. 

“Sebenarnya saya sangat menyayangimu Kalau Boleh memilih saya akan memilih dirimu. Meskipun hubungan kita baru seumuran jagung. Tapi Hubungan ini harus di akhir sebelum perasaanmu smakin dalam kepadaku, aku takut kamu akan lebih terluka karenaku,” katanya sambil menundukkan kepalanya.  “Maafkan aku, eh tidak.. kata maaf tak Tepat untuk situasi ini, karena perasaan ndak ada yang tahu kita akan jatuh cinta sama siapa kan..?? Semula tak ada niatku seidikit pun untuk menyakitimu

“sebenarnya aku masih berhubungan dengan istriku dan aku juga mempunyai anak, seandainya aku tak mempunyai si kecil itu. Mungkin aku akan mempertahankanmu. Dan istriku tahu tentang hubungan kita, aku takut kamu akan di teror dan di permalukan seperti Mantan-mantanku dulu.” Ucapnya lemas sambil berkeringat dingin.

mataku mulai berkaca Setelah Mendengarkan kata dari Mulutnya, aku menarik nafas panjang kemudian aku hembuskan perlahan-lahan lalu aku mulai angkat bicara “Kalau memang Ini jalan Terbaik, Buat Kita.. Aku iklas seiklas-iklasnya Melepaskanmu, aku sadar posisiku sekarang, dan anakmu masih kecil dia tak bersalah, dia tak tahu tentang masalah ini”. matakku mulai mengeluarkan Butiran-butiran air mata.

“tidak ada yang salah che, kau jangan menyalahkan diri begitu, hanya keadaan lah yang mengharus kan kita untuk berpisah”. Ucapanya kemudian Mengapus air mata dipipiku, setelah itu dia pergi dan meninggalkan ku..

For U:
Setelah sekian waktu kini ku sadar, bahwa aku tak mungkin bisa memaksakan rasa cintamu untukku. Aku yakin jika kita memang jodoh pasti kita bersatu kembali..

For Rangga

Kutipanku:
KU sadar bahwa sanya ada sesuatu yang tak mungkin kita paksakan didunia ini begitupun dengan Cinta. Ada saat dimana kita harus merelakan mereka dengan orang lain, mungkin Tuhan Telah menyiapkan Orang yang Lebih baik darinya”
#OPTIMIS


==============================================
Ciptaan: Novi Mustika/ WaOphie

Judul: Kehadiranmu Part II

No comments:

Post a Comment

CORETAN DAIRY OPHIEee.. Copyright 2013. Editado por: Roberta. Créditos dos recursos utilizados em: Reino Kawaii.
up