Olá! Seja bem-vindo ao meu blog!

Aqui você dá as boas vindas aos seus leitores, fala sobre você e seu blog, contato:

E aqui você deixa os links de suas redes sociais, com ícones de sua preferência:

Menu

Faça um tour pelo blog ;3

Cerpen PARU-PARU KIRI






Kamu pernah ngerasain nggak ? di saat kamu kehilangan senyuman seseorang yang paling kamu sayang ? saat kamu merasa kehilangan seorang yang sangat berarti buat hidup kamu ? saat kamu merasa bahwa tanpa dia hidup kau nggak ada apa-apanya ? padahal orang itu ada di dekat kamu . Tapi kamu nggak pernah merasa hangat pelukannya , senyumannya , atau sifat bijaknya lagi. Itu yang kurasakan sekarang , KEHILANGAN .

“Kirana . . . Banguun “ suara mama seakan terompet toa yang ada di mesjid-mesjid itu. “iya nih ma , udah bangun.” Kataku tapi masih dengan mata yang tertutup. Ku lihat jam weker ku yang sudah menunjukan jam 07.30 wita . “ya ampun mampus gue.” Kataku bangun dan langsung mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandiku .

Aku kirana , aku sekolah di sekolah di salah satu sekolah terfaforit di daerahku. Kata teman-temanku sih , aku orangnya cantik, baik dan agak sdkit cerewet. Tapi emang bener juga. Aku punya seorang sahabat , namanya Cinta. Cinta tuh orangnya cantik , baik dan agak sedkit pendiam. Makannya sampai sekarang tuh aku heran sama dia. Kok masih mau berteman sama cewek cerewet kayak aku .

Yah kebiasaan siswa SMA kalau nggak ada guru . 1. Gosip ria , 2. Pacaran , 3. Tidur sampai ngiler . Itu semua yang sering kulakukan saat jam pelajaran kelasku kosong , eitts tapi yang nomor 2 tuh nggak pernah yah . “Ran loh tau nggak cowo yang sering bawa motor matic itu ?” tanya Cinta padaku . “Yang mana ?” tanyaku lagi padanya . “ada tuuh yang sering lewat di depan sekolah kita kalau udah mau menjelang bel apel .” jawab cinta “cinta ... orang yang bawaaaa (kring .... kring ... kring) ... ! “belum ku meneruskan percakapanku dengan cinta , Hpku berdering . “mama ?” tanya dalam hatiku heran . “hallo , iyya mah kenapa ? “ tanyaku pada mama . “Ran jangan kaget yah . “ jawab mama . “iyah mah , ah mama penasarin kiran aja .” kataku .”papa masuk rumah sakit Ran .” kata mama dengan sedikit terdengar menangis . “haa ? papa sakit apa mah ?” jawabku kaget . “ntar aja mama cerita , kamu ke rumah sakit aja skrang , nanti pamit izin aja sama ketua kelas kamu .” jawab mama. “oh iya udah, “kiran kesana skrang .” kataku .

Sesudah pamit izin ke ketua kelasku , langsung saja aku ngebut motorku ke rumah sakit yang papa masuki. Di perjalanan , aku udah nggak konsen lagi bawa motornya karena air mataku yang nggak berhenti-berhenti menetes . setiba disana aku langsung pergi ke UGD . terlihat mama , dan papa yang terbaring pucat di kasur. Yang bikin aku langsung nangis , saat aku lihat papa udah gunaiin oksigen . “papa , papa sakit apa? Papa nggak apa-apa kan ? “ tanyaku pada papa dengan air mata yang semakin deras . “nggak sayang , papa ngaak kenapa-kenpa , hanya kecapean aja . “ jawab papaku masih dengan kata halus lembut ,tapi disitu terdengar kalu papa menyembunyikan perasaan sakitnya . padahal aku tahu kalau papa di diagnosa terkena TBC , dan paru-paru kira papa udah mati , atau nggak berfungsi lagi .



Sudah dua hari papa dirawat di rumah sakit itu ,banyak yang menjenguk papa . aku pun sering menginap di situ . “pah , besok aku nggak usah sekolah yah !! aku mau jagaiin papa .” kataku manja pada papa . “iyah sayank , nggak usah pergi-kemana-man, kamu disini aja jagain papa dan temenin mama . “ jawab papaku .” OKE pah.” Kataku .

Pagi harinya matahari di rumah sakit itu sangat cerah , secerah senyuman papa pada saat itu. “kiran anak papa , bangun sayang udah pagi. Papa yang sakit aja udah bangun. “ kata papa yang masih samar-samar di telingaku . “mmmm .... iyah pah , udah bangun nih.” Kataku manja . pagi itu , aku, mama dan papa bercanda, tertawa dan menceritakan hal-hal yang menarik. “ran kalau kamu nikah , papa yang harus milih calon suami kamu .” kata papa membuka topik baru .” ih papa , apaan sih ? skrang tuh bukan zamannya siti nurbaya yang jodohin-jodohin gitu . hahahah.” Kataku . “nggak pokonya papa yang milih, papa yang nikahin. Papa nggak mau yah ngebiarin anak semata wayang papa di ambil orang yang nggak bener .” kata papa lagi . “iyah papa , J” kataku dengan senyum-senyum marah. Semua perbincangan itu terasa cepat hingga ahkirnya waktu menunjukan pukul 10.15 . “maah , papa udah nggak tahan . “ kata papa yang nafasnya naik turun nggak menentu . “kiran panggil suster .” kata mamaku dengan panik . “iyah ma.” Kataku sambil lari beregas memanggil suster. “sus suster , tolongin papa. “ kataku dengan panik . “iyah dek .” kata suster sambil mengambil tabung oksigen. Setiba di ruangan papa , semua udah terlambat . papa udah nggak ada , papa udah meninggal . “papaaaaaaa ... “ kataku sambil berlari memeluk papa . “pah , papa bangun , papaaaaa , papa nggak mungkinkan ninggalin kiran ? papa pasti bercanda ! papaaaaa ...

“aaaahhh ...” terbangun dari mimpiku . “aah ternyata cuman mimpi aja . (kring... kring.. kring..) . “hah mama ? “ aku berfikir dengan mimpiku barusan . “hmm mudah-mudahan nggak ada kabar buruk . halo mah , kenapa ?” tanya kuh. “halo sayank udah bangun yah ? iyah nih mama cuman ngasih tau , kalo besok mama, papa sama tante-tante kamu , udah mau pulang ke banggai .” kata mamaku . “ah yang bener mah ? trus papa gimana ? udah baikan kan ?” tanyaku gembira . “iyah sayank papa udah agak baikan.”jawab mamaku. “yees , ya udah ma , kiran mau mandi dulu yah , telat nie.” Kataku .” iyah sayang.”kata mamaku .

Hari-hari berlalu , ada perasaan sedih menghantuiku . papa sekrang beda dengan yang dulu , papa sering banyak diam , papa sering banyak di kamar . papa udah nggak pernah manjaiin aku lagi .serta body papa yang semakin kurus , hanya tulang yang terbungkus kulit .

Malam itu aku shalat tahajud di kamar dan dalam doaku aku menangis . “ kiran sayang sama papa , kiran pengen papa cepat sembuh , kiran pengen papa seperti dulu , yang sering marahin kiran saat kiran pulang malem, sering manjain kiran , saat kiran nggak tahu diri pakai motor , saat kiran nggak sholat , kiran rindu papa yang dulu , kiran pengen seperti yang dulu . kiran udah nggak pernah liat senyum papa lagi , papa lebih banyak diam kiran pengen donorin paru-paru kiri kiran buat papa .” tanpa kusadari papa yang sedari tadi dibelakangku ikut menangis mendengar doaku . “hmm papa belum tidur ? tanyaku sambil mengusap air mataku . tanpa menjawab pertanyanku , papa langsung pergi memeluk diriku . terasa sekali kurusnya papa , pernafasannya yang sudah sangat pelan . dengan suara menangis dan pelan papa berkata “ papa masih seperti yang dulu sayang , papa hanya butuh waktu untuk sembuh , papa cuman mau kamu sekolah baik-baik , kejar cita-cita kamu , jangan lupa sholat . mungkin papa udah nggak bisa sekolahin kamu dengan sekolah yang tinggi . papa udah nggak bisa apa-apa lagi . tapi asal kamu tau , kasih sayang papa nggak pernah bekurang sama kamu . kamu masih menjadi paru-paru kiri bagi kehidupan papa . papa sayang sama kamu .





By: Zumratul Inayah

No comments:

Post a Comment

CORETAN DAIRY OPHIEee.. Copyright 2013. Editado por: Roberta. Créditos dos recursos utilizados em: Reino Kawaii.
up