Olá! Seja bem-vindo ao meu blog!

Aqui você dá as boas vindas aos seus leitores, fala sobre você e seu blog, contato:

E aqui você deixa os links de suas redes sociais, com ícones de sua preferência:

Menu

Faça um tour pelo blog ;3

Kenapa PACARAN DiHaramkan dalam Islam ??


Assalamualaikum..
speaker phone leafspeaker phone leafSalam Ukhuwah..

Dalam Postingan Wa Ophie kali ini saya akan memaparkan kenapa Islam Melarang kita Berpacaran bagi kawula muda mudi yang belum menikah..
Nah Guys, kata PACARAN pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita apa lagi bagi kawula muda mudi di zaman yang modern ini, dilihat dari dalam kamus bahasa indonesia yang dikemukakan oleh (Purwodarminto, 1976) berpacaran mempunyai arti :
  1. Pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka.
  2. Pacaran berarti “bergendak” yang sama artinya dengan berkencan atau berpasangan untuk berzina.
  3. Pacaran berarti berteman dan saling menjajaki kemungkinan untuk mencari jodoh berupa suami atau istri.
dilihat dari sisi makna pacaran itu sendiri di poin pertama dan kedua dalam ajaran islam kita dilarang untuk mendekati ZINA seperti pada firman Allah berikut:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan ZINA, jelas-jelas lebih terlarang.
Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.
dalam Ajaran Islam Kita perintahkan Untuk Menundukkan Pandangan. Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,
Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,
Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)
Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”
Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan,”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”
Dalam Ajaran Islam Kita Diajarkan untuk tidak Berdua-duan (Berkalwat) dengan Lawan jenis kita yang bukan Mahramnya. seperti pada hadist dibawah ini menjelaskan..
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Dari 'Uqbah ibn 'Amir r.a., Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Waspadalah, jangan menemui kaum wanita. "seorang laki-laki dari kalangan anshar bertanya, "walaupun ia saudara ipar?" Nabi menjawab, "menemuinya seperti menemui kematian" (HR Ahmad, Al-Bukhari, dan Al-Tirmidzi).
kedua hadis diatas ini jelas-jelas mengharamkan berdua-duaan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya. dan dalam Permasalahan ini kebanyak wanita yang menganggap remeh masalah ini, dengan berdua-duaan atau bahkan membolehkan para laki-laki asing (bukan mahramnya) masuk kerumah mereka, duduk-duduk bersama mereka dengan alasan bahwa mereka itu adalah teman saudaranya. Dalih yang salah itulah yang menjadi salah satu penyebab ternodainya harkat dan martabat keluarga.
Dalam Ajaran Islam Kita Juga Di larang untuk Berjabat Tangan dengan lawan Jenis yang bukan Mahramnya seperti pada Hadist dibawah ini:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Imam Nawawi –seorang ulama besar Syafi’iyyah- berkata,
”Makna hadits ini adalah bahwa anak Adam telah ditetapkan bagian untuk berzina. Di antaranya ada yang berbentuk zina secara hakiki yaitu memasukkan kemaluan kepada kemaluan yang haram. Di samping itu juga ada zina yang bentuknya simbolis (majas) yaitu dengan melihat sesuatu yang haram, mendengar hal-hal zina dan yang berkaitan dengan hasilnya; atau pula dengan menyentuh wanita ajnabiyah (wanita yang bukan istri dan bukan mahrom) dengan tangannya atau menciumnya; atau juga berjalan dengan kakinya menuju zina, memandang, menyentuh, atau berbicara yang haram dengan wanita ajnabiyah dan berbagai contoh yang semisal ini; bisa juga dengan membayangkan dalam hati. Semua ini merupakan macam zina yang simbolis (majas). Lalu kemaluan nanti yang akan membenarkan perbuatan-perbuatan tadi atau mengingkarinya. Hal ini berarti ada zina yang bentuknya hakiki yaitu zina dengan kemaluan dan ada pula yang tidak hakiki dengan tidak memasukkan kemaluan pada kemaluan, atau yang mendekati hal ini. Wallahu a’lam” (Syarh An Nawawi ‘ala Muslim)
Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul ‘apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.” (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)
dilihat dari pemaparan tentang AYat dan Hadist larangan diatas kiat sudah bisa menyimpulkan bahwa PACARAN ITU DILARANG ATAU HARAM BAGI YANG BELUM MENIKAH

Memang Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun Sebagai Manusia yanga DIbekali Akal Fikiran Oleh Allah kita harus Mampuh Menempatkan Cinta Pada Tempat Yang Semestinya, bagaimana cinta yang Pada tempatnya itu ? adalah dengan menahan diri untuk tidak melanggar aturan-aturan  Allah bagi yang belum siap untuk menikah karena CINTA sejatinya itu ada Ketika Sudah MENIKAH, Bukan CINTA pada Manusia yang Belum SAH jadi Mahramnya. sedangkan Perasaan Kita Kepada Lawan Jenis yang Belum SAH jadi Mahramnya Itu Sendiri disebut HAWA NAFSU.
Dalam Ajaran Islam Itu sendiri sangat memudahkan kita dalam Mencari Pasangan Atau JODOH terbaik kita dengan cara TA'ARUF. APa itu TA"ARUF nanti Saya Akan Jelaskan DI postingan saya selanjutnya, Semoga Artikel ini bisa bermanfaat Bagi Kawula Muda Mudi Saat ini.. ^^
bye leafbye leaf
Wassalamualaikum..

No comments:

Post a Comment

CORETAN DAIRY OPHIEee.. Copyright 2013. Editado por: Roberta. Créditos dos recursos utilizados em: Reino Kawaii.
up